Bangunan Tua Saksi Sejarah



Salah satu alasan mengapa banyak turis yang berkunjung ke Malang karena di sini banyak bangunan tua sebagai saksi sejarah kejayaan masa penjajahan Belanda. Turis-turis yang berusia lanjut berjalan kaki mengenang masa lalu melihat gedung-gedung tua yang masih tegak berdiri.

Sampai tahun 1914 yaitu sebelum perencanaan pembangunan kota dimulai fasilitas-fasilitas seperti pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, pemerintahan, dan transportasi serta sarana kota dibangun dan sampai saat ini ada yang masih terawat dengan baik.

Gedung Zusterschool dan Fraterschool di jalan Tjelaket (kini menjadi sekolah Katholik), Gereja Hati Kudus Yesus di jalan Kajoetangan (sekarang jl. Basuki Rahmat) didirikan tahun 1905. Gereja terbesar kedua yaitu Gereja Santa Theresia (Theresiakerk) dibangun tahun 1936 yang letaknya di depan Boeringplain (taman Boering). Tempat peribadatan Islam terbesar adalah masjid Jami yang berdiri tahun 1875 di sebelah barat alun-alun. Tempat peribadatan untuk orang Cina di Klenteng Toa Pek Kong di Klentengstraat (jl. Laksamana Martadinata).

Bangunan Javasche Bank (Bank Indonesia) didirikan tahun 1914 di sebelah utara alun-alun. Bangunan Palace Hotel (kini Hotel Pelangi) ada di sebelah selatan alun-alun.

Karena Malang sebagai kota Garnizoen dengan pusatnya di sebelah timur Rampal maka didirikan rumah sakit militer di Klojenlor yang sekarang menjadi rumah sakit umum. Untuk karyawan perkebunan ada Malangsche Ziekenverpleging di daerha Rampal, yang kini menjadi rumah sakit Lavalette. Sedangkan rumah sakit Katholik yaitu RKZ terletak di Sawahan.

Tahun 1926 timbul gagasan untuk mendirikan balai kota Malang melalui sayembara perencanaan balai kota yang lokasinya sudah ditetapkan yaitu di daerah lapangan J.P. Coen. Pada Nopember 1929 gedung baru tersebut dipakai dan yang pertama kali menempati adalah wali kota Malang kedua pengganti H. Bussemaker yaitu Ir. E.A. Voorneman.

Jaringan kereta api yang menghubungkan Surabaya, Malang dan Pasuruan diresmikan 16 Mei 1878. Selain itu dibuat jalan raya antara Malang dengan Blitar dan Kediri. Rel trem juga dibangun.

0 komentar:

Posting Komentar

ck roe - heru susanto. Diberdayakan oleh Blogger.